Iran yang 'Malang'
Bara api pembalasan itu ditandai dengan pengibaran bendera merah pada kubah masjid di Kota Qom. Kota suci Syiah. Percaya diri itu kian besar menyusul mengalirnya simpati dunia atas terbunuhnya sang komandan satuan elit Iran "Garda Revolusi". Mayjend Qassem Solaemani. Benar saja, rudal dikirimkan dari negeri para Mullah itu untuk membombardir dua basis militer AS di Iraq. Iran menunjukkan kelasnya. Bukan sekadar gertak sambal ala Pak Kim Jong Un. Tidak terkonfirmasi berapa kerugian akibat serangan itu. Ada yang menyebutnya puluhan nyawa telah meregang. Trump yang sejak awal berkarakter "koboi" itu tiba-tiba melunak. Di atas kertas, militer AS masih terkuat sejagad. Barangkali ia ingin menghindari perang. Ia hanya menerapkan sanksi ekonomi yang lebih luas lagi kepada Iran. Ketegangan merambah ke seluruh dunia. Khawatir perang dunia ke 3 meletus. Gambar-gambar serangan rudal dan uraian analisa kekuatan militer Iran dan AS menghiasi lini masa media dari...