Iran yang 'Malang'

Bara api pembalasan itu ditandai dengan pengibaran bendera merah pada kubah masjid di Kota Qom. Kota suci Syiah.

Percaya diri itu kian besar menyusul mengalirnya simpati dunia atas terbunuhnya sang komandan satuan elit Iran "Garda Revolusi". Mayjend Qassem Solaemani.


Benar saja, rudal dikirimkan dari negeri para Mullah itu untuk membombardir dua basis militer AS di Iraq. Iran menunjukkan kelasnya. Bukan sekadar gertak sambal ala Pak Kim Jong Un.

Tidak terkonfirmasi berapa kerugian akibat serangan itu. Ada yang menyebutnya puluhan nyawa telah meregang.

Trump yang sejak awal berkarakter "koboi" itu tiba-tiba melunak.  Di atas kertas, militer AS masih terkuat sejagad. Barangkali ia ingin menghindari perang. Ia hanya menerapkan sanksi ekonomi yang lebih luas lagi kepada Iran.

Ketegangan merambah ke seluruh dunia. Khawatir perang dunia ke 3 meletus. Gambar-gambar serangan rudal dan uraian analisa kekuatan militer Iran dan AS menghiasi lini masa media daring.

Alhasil, santer beredar kabar jatuhnya pesawat penumpang milik maskapai Ukraina 2 menit setelah lepas landas. Tak ada yang selamat.

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menuduh Iran sebagai pihak yang bertanggungjawab. Wajar saja Pak Justin merepon keras musibah ini. Warga negara Kanada adalah korban paling banyak untuk warga negara asing.

Pihak Iran lalu mengonfirmasi bahwa benar angkatan bersenjatanya yang menembak pesawat itu. Mereka menyesali dan mengakui sebagai kesalahan manusia.

Ketegangan pun berubah menjadi duka mendalam. Perang dunia ke 3 urung. Iran kini didesak berbagai negara untuk bertanggung jawab.

Iran mesti bertanggung jawab. Sebagaimana dahulu juga mereka pernah mengalami hal serupa. Pesawat sipil Iran tertembak oleh AL AS, ratusan meregang nyawa. AS butuh waktu 4 tahun untuk mengakui dan membayar kompensasi kepada korban.


AS sebagai negara superpower yang bisa memberi sanksi kepada negara manapun agar mulai menurunkan kadar kepongahannya. Bahwa menang dan kalah dalam perang menghasilkan kerugian bagi warga negara. Pihak yang untung hanya pihak industri senjata.

Sebaliknya Iran mulai membenahi ekonomi, kesejahteraan rakyat, dan politik dalam negerinya sehingga gelombang migran warga Iran ke seluruh dunia dapat berkurang.

Adapun Arab Saudi sebagai rival strategis Iran di kawasan masih bungkam atau barangkali sedang kegirangan di bilik-bilik kedap suara. Begitu pula Israel.

https://amp.kompas.com/internasional/read/2020/01/09/21045551/komandan-iran-janjikan-pembalasan-keras-hingga-pasukan-as-keluar-dari
https://m.detik.com/news/internasional/d-4855121/tak-sengaja-tembak-jatuh-pesawat-sipil-ukraina-pemerintah-iran-minta-maaf
https://amp.kontan.co.id/news/keluarga-korban-menuntut-pm-kanada-lebih-keras-pada-iran#aoh=15788226636977&referrer=https%3A%2F%2Fwww.google.com&amp_tf=Dari%20%251%24s
https://m.liputan6.com/global/read/2264316/3-7-1988-kapal-perang-amerika-tembak-pesawat-sipil-iran


Ditulis: 12 Januari 2020

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pelintas Batas Maritim: Pencuri atau Pencari?

Figur dan Kegenitan Citra